Seuah cerita datang dari gadis yang berusia 20 tahun yangbernama Yesa.
yesa mempunyai kekasih bernama Rega. Setiap hari mereka bertemu secara
diam diam karena kedua ortu mereka tidak setuju dengan hubungan yang
kini di
jalani Yesa dan Rega. Tapi keduanya tetap tidak mau mengakhiri hubungan
Hari itu mereka bertemu di taman bunga dekat kampus mereka, waktu itu mereka terlihat sangat bahagia, tertawa bersama,bercanda bersama, seakan tak ada masalah yg mereka hadapi. Setelah itu rega mengajak Yesa untuk pulang bersama, tapi sialnya ia ketahuan oleh ayah Yesa yang saat itu akan menjemput yesa. Tanpa basa-basi lagi, ayah Yesa langsung memukuli Rega sampai muka Rega membiru, tetapi Rega pasrah begitu saja, ia tdk sedikitpun melawan ayahYesa. Yesa pun hanya bisa pasrah dan menangis melihat Rega terluka parah.
sesampainya di rumah, yesa langsung di tampar ayahnya. Ayah Yesa sangat marah, karena ia telah berulang kali memperingati Yesa agar tdk berhubungan dengan Rega tapi tetap saja Yesa melanggar. sementara itu Ayah rega heran mengapa muka Rega membiru. ketika rega di tanya, ia tdk mau menjawab. Tidak lama kemudian Yesa datang bersama ayahnya. Ayah Yesa marah kepada Ayah Rega karena tidak becus mendidik anak sehingga Rega tetap menjalin hubungan dengan Yesa. ayah Rega pun tak mau kalah dan membela Rega. Di sana terjadi pertangkaran yang sangat hebat. Yesa tidak tahan lagi melihat pertengkaran itu. ia berlari keluar rumah di susul oleh rega. Dari sebelah kanan terlihat sebuah truk besar yang melaju dengan cepat, dan pada saat itu Yesa berada di tengah jalan. "aaaa........." teriak Yesa dengan lantang. Ayah Rega dan Ayah yesa mendengar jeritan Yesa, tetapi pada saat mereka keluar yang dilihat adalah tubuh Rega yang terkapar berlumuran darah.Ternyata pada saat mobil itu ak akan menabrak Yesa, Rega melompat menyelamatkan Yesa. Disini lah terbukti bahwa Rega benar-benar rela mengorbankan nyawanya untuk Yesa.
Berbulan-bulan Rega koma dirumah sakit, yang selalu setia menjaganya adalah Yesa. Hari itu Yesa sedang menemuiRega yang masih terbaring lemah, tiba-tiba saja ia mendapat telepon dari ibunya kalau Ayaahnya tiba-tiba saja terkena serangan jantung.sebelum Yesa pergi meninggalkan Rega, ia mengatakan pada Rega " sembulah untukku" Itulah kata yang diucapkan pada Rega, setelah itu ia pergi . Mungkin Rega mendengar yang di ucapkan Yesa, karena setelah Yesa pergi, jari-jari tangan Rega bergerak.
setelah sampai di rumahnya, Yesa lagi-lagi harus meneteskan air matanya. Yesa di paksa agar mau menerime perjodohan antara ia dengan anak teman ayahnya yang bernama Sello. Berat rasanya Yesa menerima tawaran itu, tapi tidak ada pilihan yang lain, Yesa tidak mau penyakit ayahnya semakin parahterpaksa ia menerima tawaran itu. Semenjak itu Yesa tidak pernah lagi menemui Rega, karena ia tidak mau hatinya semakin sakit nantinya bila harus benar-benar kehilangan Rega.Yesa pun tak tahu kalau ternyata beberapa hari ini rega telah sadar. Terpancar keseriusan dan semangat yang sangat besar dari wajah Rega untuk menjalani terapi semaksimal mungkin agar supaya ia cepat sembuh.Semua ini ia lakukan hanyalah demi Yesa seorang.
Beberapa hari kemudian, tibalah hari pernikahan Yesa dengan Sello. Sempat terlintas di benak Yesa untuk lari dari pernikahan itu, tapi ia tidak mau kalau penyakit ayahnya kambuh lagi. Sampai tak ada waktu lagi, ijab kabul pun akan segera di laksanakan. Sebelum ijab kabul di mulai Rega datang keacara Yesa, dan hal itu mengagetkan semua tamu yang hadir. Tetapi Rega bukanmya ingin membuat pesta itu berantakan, tetapi ia malah membiarkannya begitu saja. Dijauh-jauh hari Rega telah mengetahui perjodohan itu karena Sello dan Rega adalah 2 sahabat yang terpisah saat mereka masing-masing melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Tiga har setelah Rega sadar, Sello datang memberitahukan hal itu."stop" Rega berteriak dari luar. Yesa berlari memeluk Rega, tetapi Rega dengan bijaknya ia melepaskan pelukan Yesa lalu berkata "jangan lanjutkan acara ini tanpa aku, aku ingin melihatmu bahagia, krena bahagiamu adalah bahagia ku"
"kau tidak.........."kata Yesa lalu di potong rega . "Kalau aku bilang aku tidak sakit, berarti aku bohong".... Rega membujuk Yesa agar tetap mau melanjutkan pernikahan itu.
Karena bujukan Rega, akhirnya Yesa mau melanjutkan prnikahan itu. Betapa besar pedih yg di rasakan Rega, tetapi ia mencoba pasrah akan keadaan, karena ia tahu sifat sahabatnya itu, pasti Sello bisa membuat yesa bahagia.
"Jaga Yesa demi aku " Pesan terakhir Rega untuk Sello.
"Pasti ! " Jawab sello dengan tegas.
Hari itu mereka bertemu di taman bunga dekat kampus mereka, waktu itu mereka terlihat sangat bahagia, tertawa bersama,bercanda bersama, seakan tak ada masalah yg mereka hadapi. Setelah itu rega mengajak Yesa untuk pulang bersama, tapi sialnya ia ketahuan oleh ayah Yesa yang saat itu akan menjemput yesa. Tanpa basa-basi lagi, ayah Yesa langsung memukuli Rega sampai muka Rega membiru, tetapi Rega pasrah begitu saja, ia tdk sedikitpun melawan ayahYesa. Yesa pun hanya bisa pasrah dan menangis melihat Rega terluka parah.
sesampainya di rumah, yesa langsung di tampar ayahnya. Ayah Yesa sangat marah, karena ia telah berulang kali memperingati Yesa agar tdk berhubungan dengan Rega tapi tetap saja Yesa melanggar. sementara itu Ayah rega heran mengapa muka Rega membiru. ketika rega di tanya, ia tdk mau menjawab. Tidak lama kemudian Yesa datang bersama ayahnya. Ayah Yesa marah kepada Ayah Rega karena tidak becus mendidik anak sehingga Rega tetap menjalin hubungan dengan Yesa. ayah Rega pun tak mau kalah dan membela Rega. Di sana terjadi pertangkaran yang sangat hebat. Yesa tidak tahan lagi melihat pertengkaran itu. ia berlari keluar rumah di susul oleh rega. Dari sebelah kanan terlihat sebuah truk besar yang melaju dengan cepat, dan pada saat itu Yesa berada di tengah jalan. "aaaa........." teriak Yesa dengan lantang. Ayah Rega dan Ayah yesa mendengar jeritan Yesa, tetapi pada saat mereka keluar yang dilihat adalah tubuh Rega yang terkapar berlumuran darah.Ternyata pada saat mobil itu ak akan menabrak Yesa, Rega melompat menyelamatkan Yesa. Disini lah terbukti bahwa Rega benar-benar rela mengorbankan nyawanya untuk Yesa.
Berbulan-bulan Rega koma dirumah sakit, yang selalu setia menjaganya adalah Yesa. Hari itu Yesa sedang menemuiRega yang masih terbaring lemah, tiba-tiba saja ia mendapat telepon dari ibunya kalau Ayaahnya tiba-tiba saja terkena serangan jantung.sebelum Yesa pergi meninggalkan Rega, ia mengatakan pada Rega " sembulah untukku" Itulah kata yang diucapkan pada Rega, setelah itu ia pergi . Mungkin Rega mendengar yang di ucapkan Yesa, karena setelah Yesa pergi, jari-jari tangan Rega bergerak.
setelah sampai di rumahnya, Yesa lagi-lagi harus meneteskan air matanya. Yesa di paksa agar mau menerime perjodohan antara ia dengan anak teman ayahnya yang bernama Sello. Berat rasanya Yesa menerima tawaran itu, tapi tidak ada pilihan yang lain, Yesa tidak mau penyakit ayahnya semakin parahterpaksa ia menerima tawaran itu. Semenjak itu Yesa tidak pernah lagi menemui Rega, karena ia tidak mau hatinya semakin sakit nantinya bila harus benar-benar kehilangan Rega.Yesa pun tak tahu kalau ternyata beberapa hari ini rega telah sadar. Terpancar keseriusan dan semangat yang sangat besar dari wajah Rega untuk menjalani terapi semaksimal mungkin agar supaya ia cepat sembuh.Semua ini ia lakukan hanyalah demi Yesa seorang.
Beberapa hari kemudian, tibalah hari pernikahan Yesa dengan Sello. Sempat terlintas di benak Yesa untuk lari dari pernikahan itu, tapi ia tidak mau kalau penyakit ayahnya kambuh lagi. Sampai tak ada waktu lagi, ijab kabul pun akan segera di laksanakan. Sebelum ijab kabul di mulai Rega datang keacara Yesa, dan hal itu mengagetkan semua tamu yang hadir. Tetapi Rega bukanmya ingin membuat pesta itu berantakan, tetapi ia malah membiarkannya begitu saja. Dijauh-jauh hari Rega telah mengetahui perjodohan itu karena Sello dan Rega adalah 2 sahabat yang terpisah saat mereka masing-masing melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Tiga har setelah Rega sadar, Sello datang memberitahukan hal itu."stop" Rega berteriak dari luar. Yesa berlari memeluk Rega, tetapi Rega dengan bijaknya ia melepaskan pelukan Yesa lalu berkata "jangan lanjutkan acara ini tanpa aku, aku ingin melihatmu bahagia, krena bahagiamu adalah bahagia ku"
"kau tidak.........."kata Yesa lalu di potong rega . "Kalau aku bilang aku tidak sakit, berarti aku bohong".... Rega membujuk Yesa agar tetap mau melanjutkan pernikahan itu.
Karena bujukan Rega, akhirnya Yesa mau melanjutkan prnikahan itu. Betapa besar pedih yg di rasakan Rega, tetapi ia mencoba pasrah akan keadaan, karena ia tahu sifat sahabatnya itu, pasti Sello bisa membuat yesa bahagia.
"Jaga Yesa demi aku " Pesan terakhir Rega untuk Sello.
"Pasti ! " Jawab sello dengan tegas.