Minggu malam di sudut kamar, aku meringkuk memeluk lutut sesekali meneteskan air mata mengingatnya. Ketika surara langkah kaki terdengar mendekati kamarku, kuhapus air mata ini dan berpura-pura tidur... yah, aku selalu berpura pura, seakan semua baik baik saja meskipun ini menyiksaku sendiri. Aku rindu, tapi tak punya keberanian untuk mengatakan. kadang aku merasa bodoh, terus memikirkan orang yang bahkan tak memikirkan ku, yang bahkan terlihat bahagia tampaku. aku benci situasi seperti ini, tapi kenyataan bahwa dia baik baik saja meski tanpaku membuat ku semakin menyedihkan. Kenyataan bahwa dia lebih suka jika tanpaku... aaaah... aku sedikit frustasi karena itu... Kenapa harus aku sendiri yang merasa seperti ini, aku menyimpan semua ini sendiri, menyipan rasa sakit ini sendiri, aku benci harus merasa seperti ini. yang aku bisa hanya terus menangis seperti orang bodoh, meskipun aku lebih butuh, tapi tidak mungkin aku yang harus terus memohon agar suasana ini membaik... aku lelah terus memohon... Kenapa malam ini tidak hujan saja... Aku ingin menangis... selama aku tak bersuara, tak akan ada yang tau kalau aku menangis... Tapi aku ingin menangis dengan suara, terlalu sakit jika hanya menyimpannya di dalam... Rasa sakit, amarah, kecewa, benci dan rindu... Kuharap ia keluar sebagai linangan air mata. Yah... aku akan baik-baik saja setelah ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar